Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Survei: 85,9 Persen Masyarakat tak Dekat dengan Parpol

Senin 24 Feb 2020 06:39 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno

Foto: Nawir Arsyad Akbar / Republika
Hanya 14,1 persen dekat dengan parpol, di mana PDIP meraih persentase tertinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua lembaga survei politik, yaitu Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI), berkolaborasi dalam survei proyeksi politik 2024. Dalam pengumuman hasil surveinya di Jakarta, Ahad (24/2), mayoritas responden menyatakan tidak merasa memiliki kedekatan dengan partai politik tertentu.

Baca Juga

"Terdapat 85,9 persen masyarakat menjawab tidak merasa dekat dengan partai politik. Sementara, 14,1 persen menjawab ya, sewaktu ditanyakan apakah merasa memiliki kedekatan dengan partai politik tertentu," tulis survei yang diumumkan di salah satu hotel di Cikini, Jakarta Pusat, itu.

Kedua lembaga survei itu mencoba menggali lebih dalam informasi dari 14,1 persen responden yang merasa memiliki kedekatan dengan partai politik tertentu. "Kami lacak perasaan orang terhadap partai politik tertentu atau merasa dekat dengan partai apakah kira-kira masyarakat saat ini, kami tanyakan kepada responden," kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, dalam pernyataan tertulis itu.

Hasilnya, kata dia, PDI Perjuangan meraih persentase tertinggi (25,5 persen) dalam hal tingkat keterkenalan publik dengan partai politik tertentu. PDI Perjuangan adalah partai politik pengusung utama Joko Widodo saat berpasangan dengan Jusuf Kallamenuju kursi kepresidenan pada 2014 dan juga saat Jokowi berpasangan dengan Ma'ruf Amin pada 2019.

Disusul kemudian responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab dekat dengan partai apa (18,2 persen), kemudian yang menjawab dekat dengan Partai Golkar (13,3 persen), Partai Gerindra (11,3 persen), Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB (7,7 persen), Partai Keadilan Sejahtera atau PKS (7,3 persen), Partai Demokrat (5,3 persen), PPP (3,4 persen), Partai NasDem (2,6 persen), PAN (2,0 persen), Partai Aceh (2,0 persen), dan Partai Hanura (1,4 persen).

Hal itu karena partai politik memiliki keuntungan dalam hal sosialisasi dengan pelaksanaan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif secara langsung. Artinya, lemenangan pada kedua pemilihan yang dilaksanakan secara sekaligus itu memiliki sumbangsih terhadap pengenalan publik terhadap partai-partai politik.

"Mungkin karena PDI Perjuangan adalah partai politik yang memenangkan Pileg dan Pilpres secara sekaligus, jadi banyak responden dan masyarakat kita merasa dekat dengan partai politik yang nomor satu itu PDI Perjuangan," kata Prayitno.

Responden berjumlah 2.197 orang dari target 2.200 responden di 161 kabupaten/kota di 34 provinsi yang diwawancara dengan teknik wawancara tatap muka. Survei nasional itu dilaksanakan pada rentang waktu 25 Januari 2020 sampai 10 Februari 2020 menggunakan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki margin of error sebesar 2,13 persen.

Seluruh responden diwawancara menggunakan kuesioner, dengan syarat responden WNI yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA