Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

PDIP Tanggapi Kecilnya Elektabilitas Putri Megawati

Senin 24 Feb 2020 07:09 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Ketua DPR RI Puan Maharani

Ketua DPR RI Puan Maharani

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Elektabilitas Puan Maharani masih kalah dari Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi hasil survei yang mengungkapkan rendahnya elektabilitas Puan Maharani. Hasil survei mendapati tingkat keterpilihan Puan sebesar 1,8 persen sebagai kandidat pemimpin di 2024.

Baca Juga

"Hasil survei ini bukan survei final dan ini baru 2020 jadi mungkin masih ada perubahan2 besar untuk 2024 nanti," kata Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga di Jakarta, Senin (24/4).

Berdasarkan survei yang dilakukan Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) elektablitas Puan Maharani masih berada di bawah dua persen. Hasil itu didapatkan dengan tidak memasukan Prabowo Subianto sebagai kandidat di 2024.

Jika memasukan nama Prabowo maka tingkat keterpilihan Puan Maharani semakin menciut ke angka 0,5 persen. Ketua DPR itu kalah jauh dari politikus PDIP lainnya Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini dengan elektabilitas masing 8,8 persen serta 2,6 persen.

Terkait hal tersebut, Eriko mengatakan, setiap calon kandidat yang bersaing di 2024 nanti masih memiliki waktu panjang untuk menunjukan kinerja dan posisi politik mereka. Dia mengatakan, tentu akan ada perubahan persepsi publik setelah kinerja para kandidat itu terlihat. 

"Seperti Puan misal dia kan ketua DPR dan memiliki kesempatan unutk menunjukan kinerja, nanti biar masyarakat yang meniai dan partai tentu akan melihat ini," katanya.

Berdasarkan survei tersebut, Sandiaga Uno merupakan sosok dengan elektabilitas tertinggi pilihan masyarakat. Politikus partai Gerindra itu mendapatkan tingkat keterpilihan sebesar 17,9 persen.

Responden berjumlah 2.197 orang dari target 2.200 responden di 161 kabupaten/kota di 34 provinsi yang diwawancara dengan teknik wawancara tatap muka. Survei nasional itu dilaksanakan pada rentang waktu 25 Januari 2020 sampai 10 Februari 2020 menggunakan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki margin of error sebesar 2,13 persen.

Seluruh responden diwawancara menggunakan kuesioner, dengan syarat responden WNI yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA