Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Anwar Ibrahim Terkejut dan Merasa Dikhianati

Senin 24 Feb 2020 16:33 WIB

Red: Andri Saubani

Anwar Ibrahim terkejut dengan mundurnya Mahathir Mohamad sebagai PM Malaysia.

Anwar Ibrahim terkejut dengan mundurnya Mahathir Mohamad sebagai PM Malaysia.

Foto: EPA-EFE/Ahmad Yusni
Penyerahan kekuasaan dari Mahathir Mohamad kepada Anwar Ibrahim kemungkinan batal.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Reuters, Dwina Agustin

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Anwar Ibrahim mengaku terkejut dengan perkembangan politik di Malaysia dan merasakan adanya pengkhianatan terhadap koalisi pemerintah Pakatan Harapan (PH). Anwar Ibrahim mengemukakan hal itu kepada Majelis Zikir Nuril Anwar bersama Mufti Pulau Pinang Dato Seri Dr. Haji Wan Salim di kediamannya, Bukit Segambut, Ahad (23/2) malam, yang disiarkan live di Facebook.

"Kita dikejutkan dengan perkembangan yang bagi kita satu pengkhianatan karena sudah janji dan sebagainya maka menyebabkan ada perubahan," katanya.

Ia memprediksi kemungkinan terjadinya pengkhianatan terhadap koalisi PH dalam waktu dekat. "Saya memprediksi kemungkinan itu akan terjadi dalam waktu terdekat. Mungkin besok walaupun tidak ada pengumuman Ahad malam ini, tetapi informasi yang saya terima memang ada usaha demikian," katanya.

Pengkhianatan itu berdampak pada batalnya janji koalisi PH yang pernah berjanji akan menyerahkan jabatan Perdana Menteri Malaysia dari Mahathir kepada Anwar Ibrahim setelah mereka bersama-sama memenangkan Pemilu Malaysia pada 2018. Tokoh reformasi Malaysia ini menyatakan akan mengadap Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Negara, Kuala Lumpur, pada Senin (24/2) ini.

Baca Juga

Sekretaris politiknya, Farhash Wafa Salvador Rizal Mubarak sebagaimana disampaikan media daring setempat mengatakan, pertemuan tersebut dijadwalkan pada pukul 14.00. Pada saat pengajian, Anwar berseloroh undangan yang hadir ke kediamannya dalam keadaan gelisah dengan perkembangan yang terjadi.

"Saya tahu Saudara-Saudara dalam keadaan gelisah, majelis ini akan berjalan seperti biasa. Jangan pula terganggu dengan keadaan sekarang, memang ada gangguan. Akan tetapi, ingat majelis kita mesti berjalan seperti biasa," katanya.

Ia mengatakan kepada peserta datang untuk bermunajat bukan karena Anwar Ibrahim mau jadi perdana menteri, melainkan bermunajat kepada Allah.

"Saudara datang sini untuk bermunajat kepada Allah, shalat, zikir, shalawat, dan shalat Hajat bukan karena Anwar mau jadi perdana menteri kedelapan, mungkin kesembilan. Insya Allah, hebat jadi orang Islam yakin dan yang penting tawakal," katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden PKR dan Menteri Perekonomian Malaysia, Azmin Ali, yang dituding berkhianat kepada Anwar Ibrahim enggan memberikan tanggapan saat dikonfirmasi media di Hotel Sheraton Petaling Jaya, Ahad malam.

“Terima kasih. Terima kasih semua yang hadir,” katanya ketika ditanya mengenai hasil pertemuan dengan UMNO, PAS dan Bersatu.

[video] Anwar Ibrahim: Habibie Tokoh Reformasi yang Berani

Pada Senin, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyerahkan surat pengunduran diri sebagai perdana menteri kepada Yang Dipertuan Agong Malaysia, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, di Kuala Lumpur. Pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Malaysia menyebutkan bahwa Mahathir telah menyampaikan surat peletakan jabatan kepada Yang di-Pertuan Agong di Istana Negara pada pukul 13.00 waktu setempat.

Sebelumnya pada Senin pagi, Mahathir telah menerima Anwar Ibrahim, Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail dan Ketua DAP Lim Guan Eng di kediamannya di Seri Kembangan. Menurut informasi yang dihimpun, peletakan jabatan tersebut diduga berkaitan dengan pergolakan politik yang terjadi dalam koalisi PH sejak musyawarah Majelis Presiden pada Jumat (22/2) lalu.

Pada Ahad (23/2) malam, pimpinan partai politik koalisi PH Harapan pendukung Mahathir mengadakan pertemuan dengan partai oposisi Koalisi Barisan Nasional (BN). Namun, tidak ada pernyataan resmi setelah pertemuan tersebut.

Pengunduran diri Mahathir terjadi sebelum tiga bulan peringatan menjabat untuk tahun keduanya. Keputusan tersebut pun terjadi setelah desas-desus bahwa koalisi akan kehilangan kekuasaan federal, bahkan sebelum Mahathir menyelesaikan masa jabatan pertamanya.

Dikutip dari Malaymail, selama dua hari belakangan muncul spekulasi kuat kalau partai politik yang dipimpin Mahathir, Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM), keluar dari koalisi PH. Mereka berniat membentuk pemerintahan baru dengan mitra koalisi baru.

Dan memang benar, pada waktu yang hampir bersamaan berita pengunduran Mahatir Mohamad muncul, PPBM juga mengumumkan memutuskan untuk menarik diri dari koalisi PH. Presiden Partai Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan dalam unggahan di Fecebook dengan menyatakan keputusan ini sejak Ahad (23/2).

Pengunduran ini pun, diakui Tan Sri, sebagai bentuk dari dukungan partai kepada Tun Mahatir. "Dewan tertinggi Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dalam pertemuan khusus pada 23 Februari 2020 telah mengambil keputusan untuk keluar dari Pakatan Harapan," katanya.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail diisukan akan menjadi pengganti Mahathir. Bila isu Wan Azizah menjadi PM benar adanya, dia akan menjadi perempuan pertama yang menjadi PM Malaysia. Sebuah sumber Malay Mail menyatakan, Dr Mahathir telah menunjuk Wan Azizah sebagai penggantinya.

"Wan Azizah adalah perdana menteri sementara," kata seorang sumber yang dekat dengan Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Anwar Ibrahim ketika ditanya apakah dia akan menggantikan Dr Mahathir.

Meski telah memberikan nama pengganti, Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan, partai telah memutuskan untuk meninggalkan koalisi. Keputusan tersebut dilakukan setelah pertemuan partai yang melibatkan para pemimpin senior, termasuk Dr Mahathir, pada Ahad (23/2).

"Pimpinan puncak PPBM telah memutuskan dalam pertemuan khusus yang diadakan pada 23 Februari 2020 untuk meninggalkan Pakatan Harapan," ujar Muhyiddin.

Muhyiddin menjelaskan, semua anggota parlemen PPBM telah keluar dari koalisi Pakatan Harapan. "Mereka semua telah menandatangani deklarasi hukum untuk terus mendukung Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri Malaysia," kata Muhyiddin.

Pada saat yang sama, sumber anonim mengatakan, Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Azmin Ali yang juga wakil presiden PKR dan tangan kanan Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin telah dipecat dari PKR. Hal ini menyeruak isu menyatakan Pakat Harapan akan segera runtuh.

photo
Rekam Jejak Mahathir Mohamad

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA