Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Politikus Demokrat Ungkap Tiga Dugaan Soal Harun Masiku

Senin 24 Feb 2020 17:47 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kedua kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kedua kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Benny menyebut berbagai kemungkinan dari Harun ditembak hingga disembunyikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum ditemukannya mantan Harun Masiku, membuat anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman geram. Ia bahkan mengungkap tiga dugaan mengapa mantan kader PDIP itu belum diketahui keberadaannya.

Pertama, ia mengaku percaya jika ada kesalahan sistem yang membuat pendatang di Bandara Soekarno-Hatta tak terdata. Hal tersebutlah yang membuat keberadaan Harun semakin tak terdeteksi.

"Saya juga yakin Pak Menteri, sama juga dengan saya, betapa sulitnya kita menyelesaikan maslah ini. Seperti apa kita menyelesaikan," ujar Benny dalam rapat dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/2).

Kedua, ia menduga bahwa mantan Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie memiliki kepentingan ganda dalam kasus Harun. Sebab menurutnya, tidak ada keterkaitan antara kesalahan sistem dengan dipecatnya Ronny.

Baca Juga

"Saya menduga Pak Dirjen ini punya dua tuan. Dugaan saya punya dua tuan, siapa tuan ini? Kalau mau didalami," ujar Benny.

Dugaan terakhirnya, Harun telah ditembak mati untuk menutupi tabir dari kasus tersebut. Bahkan, Benny menyebut bahwa ada kemungkinan bahwa Harun disembunyikan oleh politisi PDIP, Masinton Pasaribu.

"Ketiga yang menyembunyikan ini Pak Masinton, tapi yang ketiga ini saya tidak yakin," ujar Benny.

Ia pun berharap agar kasus keeradaan Harun ini, Komisi III diminta membentuk panitia kerja (Panja). Agar penyelidikan kasus ini dapat segera menemui titik terang.
"Saya mohon di rapat ini kita rekomendasikan bentuk Panja, supaya tuntas supaya tidak ada dusta di antara kita," ujar Benny.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA