Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

BMKG: Pencegahan Banjir Sebaiknya Sejak Musim Kemarau

Rabu 26 Feb 2020 05:47 WIB

Red: Nur Aini

Warga menghindari genangan air di Jalan Satria IV, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, Selasa (25/2).

Warga menghindari genangan air di Jalan Satria IV, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat, Selasa (25/2).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Infrastruktur mitigasi banjir yang dibuat pada kemarau bermanfaat saat musim hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo menyarankan pencegahan banjir di berbagai tempat di Indonesia sebaiknya dimulai sejak musim kemarau atau tidak saat hujan seperti saat ini.

Baca Juga

"Justru sebaiknya dilakukan saat musim kemarau. Bikin bendungan, memperbaiki gorong-gorong, bikin kolam pretensi waktunya di sana," kata Prabowo saat ditemui di Gedung BMKG Jakarta, Selasa (25/2).

Dia mengatakan infrastruktur mitigasi banjir yang dibuat saat musim kemarau akan sangat bermanfaat saat musim hujan. Sehingga, air hujan yang debitnya tinggi dapat tersimpan dalam fasiltas-fasilitas penampungan dan atau resapan yang sudah dibangun.

Pembangunan fasilitas yang dibangun di tiga titik penting, kata dia, dapat memperlambat laju debit air dari hilir menuju hulu. Tiga titik penting itu sendiri ada di hulu, tengah dan hilir.

"Daerah hulu umumnya dibangun kolam pretensi untuk memperlambat laju, daerah tengah itu sumur resapan supaya mengurangi yang mengalir ke hilir. Hilir kalau ada kelebihan air maka dapat disedot depat dengan pompa sehingga segera mengalir ke laut," katanya.

Dia mengatakan tiga struktur mitigasi dari hilir hingga hulu yang baik itu akan memperlambat laju air sehingga kawasan hilir tidak mudah tergenang. Kendati begitu, Prabowo mengatakan hal yang tidak kalah penting dari pembangunan infrastruktur adalah kultur atau budaya kebiasaan perilaku masyarakat.

"Terkait dengan kultur ini kebiasaan buang sampah misalnya. Tidak buang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan yang memicu banjir. Kultur ini bisa mempengaruhi struktur. Tetap buang sampah, nanti gorong-gorong mampet, strukturnya rusak, padahal awalnya karena kultur," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA