Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Ekonomi RI Terdampak Corona, Diprediksi Turun 0,3 Persen

Selasa 25 Feb 2020 20:16 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Ma

Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Ma

Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
PDB China mempengaruhi ekonomi negara mitra dagang termasuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Retno Wulandhari, Zainur Mashir Ramadhan

Ekonomi Indonesia berpotensi mengalami penurunan sebesar 0,3 persen akibat wabah virus Corona jenis baru atau COVID-19. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan prediksi angka 0,3 persen berdasarkan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami penurunan sebesar 0,3 persen seiring perekonomian China yang turun 1 persen,

Baca Juga

“China turun 1 persen, jadi kalau China turun biasanya Indonesia kena 0,3 persen,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/2).

Suahasil mengatakan hal tersebut terjadi karena China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Sehingga, dampaknya akan berpengaruh pada negara terkait.

“Kita mengekspor barang, kalau di sana gerakan ekonominya turun maka ekspor Indonesia turun. Kita juga impor banyak dari sana, kalau di sana kegiatan ekonominya berhenti, maka barang impornya enggak dikirim ke sini,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya agar perekonomian Indonesia tidak turun dengan memberikan berbagai stimulus fiskal dan moneter serta melakukan perbaikan pada sektor riil.

“Kita sudah dengarkan minggu lalu Bank Indonesia juga melakukan stimulus moneter conservative network dari sisi fiskal lalu untuk sisi moneter dan structural reform supaya Indonesia tetap di jalurnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Suahasil juga memastikan seluruh kegiatan perekonomian di Indonesia akan diupayakan terus berjalan. Sehingga, mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi ke depannya.

“Supaya penerimaan tidak turun terlalu dalam, maka kegiatan ekonomi dipastikan jalan terus,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pihaknya belum akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2020 sebesar 5,3 persen. Meskipun, kondisi global sedang menghadapi ancaman perlambatan karena adanya penyebaran virus Corona.

"Kita akan lihat dampaknya ke ekonomi kita, karena itu pasti berpengaruh ke PDB China,” katanya pada Rabu (19/2).

[video] Virus Corona Pengaruhi Target Dividen BUMN

Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah. Indeks saham melemah ke level 5.784,73 dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.807,05.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diprediksi kembali berpotensi melemah. "Kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah dan di-trading-kan pada level 5.744 – 5.850," kata Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Selasa (25/2).

Menurut Nico, pelemahan indeks saham masih dipengaruhi sentimen negatif penyebaran virus corona yang semakin meluas. Hal ini membuat kekhawatiran serta ketidakpastian global meningkat dengan cepat.

Wabah Corona terus meluas hingga menyebar di luar wilayah China. Hingga saat ini, korban meninggal diseluruh dunia sudah mencapai 2.624, dengan total kasus sebanyak 79.440.

Dari Italia sudah melaporkan lebih dari 200 kasus, dan setidaknya ada enam kematian yang terjadi. Kematian juga terjadi setidaknya 12 orang di Iran. Sementara di Korea Selatan, kasus yang terinfeksi sudah lebih dari 600 orang dengan 6 diantaranya mengalami kematian.

"Hal inilah yang membuat dunia khawatir bahwa wabah virus korona belum berakhir, dan justru malah semakin kuat yang membuat pertumbuhan ekonomi global mengalami pelemahan," tutup Nico.

Pada saat wabah Corona semakin meluas,  Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Quan justru menyayangkan banyaknya pihak yang terlalu khawatir akan epidemi COVID-19. Sebab, dibanding epidemi lainnya, menurut Xiao, COVID-19 tak lebih parah.

Bahkan, menurut dia, lebih dari 97 persen kasus corona yang terkonfirmasi berada di seluruh China. Alhasil, ia menilai, kepanikan berlebih justru akan merugikan berbagai sektor dan pihak.
 
“Reaksi berlebihan itu tak perlu. Itu malah akan melukai hubungan yang telah berjalan normal, baik dari hubungan antar orang, hingga hubungan perdagangan,” kata dia ketika ditemui Republika di Bengkel Diplomasi FPCI, Jakarta, Senin (24/2).

Ketika ditanya sikap Indonesia yang menutup penerbangan langsung dari China dan membatasi komoditas asal China sementara waktu, ia tak menyangkalnya. Menurutnya, untuk menanggapi itu, pihaknya dan pemerintahan Indonesia telah berkolaborasi untuk mencari cara terbaik.

“China dan Indonesia adalah teman. Tetapi di sisi lain kami juga telah meminimalkan semua kemungkinan buruk,” katanya.

Lebih jauh, dia memaparkan, sebagai dua negara sahabat, China dan Indonesia kerap kali saling membantu ketika dilanda masalah. Ia menyinggung, Tsunami hingga bencana lainnya yang pernah dialami Indonesia.

Terkait itu, ia juga menyatakan rasa terima kasih atas dukungan dari pemerintahan Indonesia dan warganya dalam ikut serta membantu China saat ini. Utamanya, pemberian obat dan kebutuhan lainnya.

“Kami berterima kasih,” ungkap dia.

Menurut Xiao, pernyataan Jokowi ketika menelepon Presiden China, Xi Jinping juga menjadi dukungan moral. Di mana saat itu, Jokowi menyatakan, Indonesia akan berdiri teguh bagi rakyat China sebagai mitra yang tulus.

“China siap bekerja sama dengan komunitas internasional, termasuk Indonesia, untuk membantu dan mendukung satu sama lain,” ucapnya.

photo
Virus Corona Mengguncang Perekonomian

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA