Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Dunia Diminta Bersiap Hadapi Pandemi Corona

Rabu 26 Feb 2020 14:03 WIB

Red: Indira Rezkisari

Papan pengumuman menyampaikan imbauan pada warga di Casalpusterlengo, Italia, untuk beraktivitas di rumah menyusul peningkatan infeksi virus corona di negara tersebut.

Papan pengumuman menyampaikan imbauan pada warga di Casalpusterlengo, Italia, untuk beraktivitas di rumah menyusul peningkatan infeksi virus corona di negara tersebut.

Foto: Claudio Furlan/Lapresse via AP
Pakar menyebut dua kriteria corona bisa disebut pandemi sudah terpenuhi

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Kamran Dikarma, Dwin Agustin, Puti Almas, Antara

Badai virus corona agaknya belum juga akan berakhir. Virus corona jenis baru yang dikenal sebagai Covid-19 bermunculan di sejumlah negara yang sebelumnya tidak memiliki pasien positif corona.

Kasus positif corona telah merambah Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyerukan negara-negara di Afrika bersiap menghadapi virus corona tipe baru, Covid-19. Hal itu disampaikan setelah ditemukannya kasus pertama virus tersebut di Aljazair.

"Ini adalah kasus pertama di wilayah WHO Afrika," ungkap Direktur Regional WHO untuk Afrika Dr. Matshidiso Moeti, dikutip laman Anadolu Agency.

Menurut dia, saat ini peluang negara-negara Afrika untuk mempersiapkan diri menghadapi wabah Covid-19 telah tertutup. "Semua negara harus meningkatkan kegiatan kesiapsiagaan mereka," ujar Moeti.

Aljazair mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 pada Selasa. Pasien adalah pria Italia yang datang ke negara tersebut pada 17 Februari. Saat ini Italia merupakan salah satu pusat wabah Covid-19 di Eropa.

Aljazair adalah satu dari 47 negara yang masuk dalam naungan WHO Afrika. Aljazair juga termasuk satu dari 13 negara yang diidentifikasi WHO sebagai prioritas utama untuk langkah-langkah kesiapsiagaan. Hal itu karena hubungan langsung negara tersebut atau tingginya volume perjalanan ke China.

WHO telah berjanji mengirim tim ahli ke Aljazair untuk mendukung otoritas kesehatan di sana. WHO telah melakukan survei tentang kesiapan negara-negara Afrika menghadapi wabah Covid-19. Tingkat kesiapan mereka hanya 66 persen.

WHO menyarankan agar negara-negara di sana berinvestasi untuk mengahadapi situasi darurat kesehatan yang ditimbulkan wabah Covid-19. Investasi demikian dianggap lebih bermanfaat dibandingkan harus menggelontorkan dana besar saat virus mulai merebak.

WHO telah membantu negara-negara Afrika dalam membangun kapasitas diagnostik untuk Covid-19. Saat ini 26 laboratorium mempu menguji patogen baru. Sebelumnya Afrika hanya memiliki dua laboratorium.

Selain Aljazair, Iran dan Italia juga berjuang melawan corona di negaranya. Director National Center for Immunization and Respiratory Diseases milik CDC, Nancy Messonnier, mengatakan penyebaran corona sangat mungkin terjadi di komunitas di negara yang terinfeksi. "Pertanyaannya bukan apakah ini akan terjadi, tapi lebih ke kapan ini akan terjadi dan berapa banyak orang di sana yang mengidap penyakit keras," ujarnya, dikutip dari CNN, Rabu (26/2).

Korea Selatan kini menjadi negara dengan jumlah penderita terbanyak di luar China. Sebanyak 1.100 orang positif corona, termasuk seorang tentara Amerika. Corona telah menelan korban jiwa 12 orang di Korea Selatan.

Di Iran tercatat telah terjadi 95 kasus positif corona dengan 15 kematian. Sedang di Italia 322 orang terinfeksi dan 11 orang meninggal. Kroasia, Spanyol, dan Swiss juga telah mengumumkan kasus corona pertama di negaranya.

Hingga saat ini WHO masih menahan dari menyebut corona sebagai pandemi global. Tapi penyebarannya yang kian masif bisa jadi membuat WHO segera menggelar pertemuan untuk menentukan status yang berbeda.

Messonnier mengatakan situasi terkait corona saat ini sudah memenuhi dua kriteria dari kondisi pandemi. "Yaitu fakta bahwa virus ini telah menyebabkan penyakit, termasuk penyakit yang menyebakan kematian dan menyebabkan penyebaran antara manusia ke manusia lain."

Dia menambahkan, penyebaran corona di antara komunitas semakin banyak terdeteksi pula di banyak negara. "Dunia sedang menuju terpenuhinya kriteria ketiga, yaitu penyebaran virus yang mendunia," kata Messonnier lagi.

Baca Juga

photo
Seorang atlet melaju di jalur si Crans Montana, Swiss, Ahad (23/2). Pemerintah Swiss melaporkan kasus pertama infeksi corona di negaranya, Rabu (26/2).



Kasus Pertama
Swiss melaporkan kasus pertama corona di negaranya. Seorang pria berusia 70 tahun dinyatakan positif mengidap virus corona di daerah selatan Ticino, yang berbatasan dengan Italia.

"Seseorang yang terinfeksi (Covid-19) berada di Italia sekitar 10 hari yang lalu dan menghadiri acara di dekat Kota Milano," kata Kementerian Kesehatan Swiss melalui penyataan.

Pejabat mengatakan saat konferensi pers belum diketahui di acara mana pria tersebut tertular. Sementara itu, orang-orang yang melakukan kontak dengan pria tersebut kini sedang diidentifikasi dan dikarantina selama 14 hari.

Virus itu pada Selasa mulai menjangkit dari tempat awalnya di kawasan utara Italia, Lombardia dan Veneto, hingga ke Tuscany, kawasan pesisir Liguria dan Sisilia di selatan.

Otoritas Swiss menyebutkan 70 hasil pemeriksaan diperkirakan akan diperoleh dalam beberapa jam mendatang, dari Ticinoserata daerah tengah dan utara,Bern dan Basel. Menurutnya, pada tahap ini belum perlu tindakan lebih lanjut, seperti penutupan sekolah.

Langkah baru akan dipertimbangkan apabila otoritas menganggap penularan virus tak terkendali.

Virus Corona telah menelan lebih dari 2.600 korban jiwa dan 80.147 kasus infeksi, kebanyakan di China, dan menyebar ke sekitar 30 negara lainnya, menurut penghitungan Reuters. Austria juga mengkonfirmasi dua kasus pertama mereka pada Selasa.

Sementara itu San Francisco mengumumkan keadaan darurat terkait virus Corona pada  Selasa (26/2). Meski belum menemukan kasus yang terinfeksi, pejabat Amerika Serikat (AS) mendesak warganya untuk mempersiapkan penyebaran infeksi dalam komunitas mereka.

"Meskipun masih ada nol kasus yang dikonfirmasi di penduduk San Francisco, gambaran global berubah dengan cepat, dan kita perlu meningkatkan kesiapan," kata Wali Kota San Francisco London Breed dalam sebuah pernyataan.

Kota terbesar keempat Kalifornia ini mengatakan mereka melakukan langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan virus Corona. Langkah yang diambil dengan meningkatkan kesadaran publik akan risiko penyebaran virus ke kota itu.

CDC meminta warga AS untuk mempersiapkan penyebaran di sekitar komunitas setelah infeksi muncul di beberapa negara. Terdapat 14 kasus virus Corona di seluruh AS yang dikonfirmasi.

Messonnier mengatakan, data penyebaran virus selama sepekan terakhir telah meningkatkan kemungkinan penularan di AS. "Gangguan pada kehidupan sehari-hari mungkin parah," ujarnya.

Sebelumnya Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Alex Azar telah meminta subkomite Senat untuk menyetujui anggaran 2,5 miliar dolar AS untuk virus korona. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas sistem pengawasan untuk virus, membantu pengembangan vaksin, dan meningkatkan stok peralatan pelindung.

Sebagian besar kasus terkait perjalanan, dengan hanya dua kasus penyebaran orang ke orang. Ada juga 39 kasus di antara orang AS yang dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess di Tokyo dan dari Wuhan, China.

Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Bruce Aylward pun telah mendesak negara-negara untuk meningkatkan persiapan. "Pikirkan virus ini akan muncul besok. Jika kamu tidak berpikir seperti itu, kamu tidak akan siap," ujar  kepala misi gabungan WHO-China ini.

Virus Corona jenis baru pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, ina. Sejak itu penyebaran secara global terjadi, dengan jumlah kasus  mencapai 78 ribu, dengan jumlah kematian mencapai 2.663 yang sebagian besar terjadi di daratan negara itu.

Di luar daratan Cina, Covid-19 telah menyebar ke lebih dari 30 negara lain, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, Iran, Singapura, Jepang, dan India.

photo
Infografis Virus Corona.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA