Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Pekan Ini, BB dan Tersangka Kasus Novel Masuk ke Kejati

Rabu 26 Feb 2020 17:24 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Agus Yulianto

Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan kepada wartawan usai berlangsungnya rekonstruksi kasus penyiraman air keras di kediamannya Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2).

Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan kepada wartawan usai berlangsungnya rekonstruksi kasus penyiraman air keras di kediamannya Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Berkas perkara yang diajukan ke Kejati DKI Jakarta sudah lengkap atau P21.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pekan ini pihak kepolisian akan menyerahkan barang bukti dan dua tersangka penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Sebab, berkas perkara yang diajukan ke Kejati DKI Jakarta sudah lengkap atau P21. 

"Pada selasa lalu (25/2) berkas perkara tersangka RK dan RB sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian, tahap satu selesai. Lalu, akan dilanjutkan pada tahap dua yaitu penyerahan barang bukti dan dua tersangka yang akan diserahkan ke Kejati DKI Jakarta pekan ini," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Asep Adisaputra di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/2). 

Sebelumnya diketahui, Kuasa hukum penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Saor Siagian, menilai, polisi terlalu terburu-buru melimpahkan berkas perkara kliennya. Sebab, ia mengatakan, menurut Novel dan para saksi kedua tersangka RB dan RKM diduga bukan pelaku penyiraman air keras yang sebenarnya.

"Polisi memaksakan. Karena Novel dan beberapa saksi mengatakan bukan kedua orang tersebut pelakunya," kata Saor dalam pesan singkatnya, Rabu (26/2).

Terlebih, kata Saor, hingga kini pihak kepolisian masih belum mengungkap aktor di balik peristiwa penyerangan ini. Saor menduga, pelimpahan berkas disegerakan lantaran masa tahanan kedua tersangka sudah habis.

"Kan penahanan polisi habis. Makanya dipaksakan menjadi tahanan jaksa," ucap dia.

Sebelumnya, Tim Teknis Bareskrim menangkap dua tersangka penyiram air keras terhadap Novel Baswedan berinisal RB dan RM di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (26/12) malam. Diketahui, kedua pelaku itu merupakan anggota Polri aktif dari Satuan Brimob yang diduga melakukan penyiraman air keras terhadap Novel bermotifkan dendam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA