Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Peletakan Batu Pertama Ibu Kota Baru Dilakukan Tahun Ini

Kamis 27 Feb 2020 01:32 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Agus Yulianto

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (kanan) saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (kanan) saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Ibu kota negara nanti juga akan dibangun dengan prinsip keberlanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah optimitistis pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur masih dalam timeline yang sesuai. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa bahkan meyakini peletakan batu pertama awal (soft groundbreaking) bisa dilakukan pertengahan 2020 ini. Hal ini tentu menyusul pembahasan RUU Ibu Kota Negara yang terus dikebut antara pemerintah dengan parlemen.

"Mengenai pra master plan atau master plan yang kita harapkan akan selesai pada pertengahan tahun ini untuk memastikan titik nol. Memastikan di mana titik Nol ibukota negara dan mudah-mudahan soft groundbreaking bisa dilakukan pada tahun ini," kata Suharso usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (26/2).

Linier dengan persiapan pembangunan fisik, pemerintah juga masih melakukan perhitungan final mengenai jumlah penduduk yang akan tinggal di kawasan ibu kota baru. Suharso menyebutkan, banyak-sedikitnya penduduk yang tertarik untuk tinggal di ibu kota baru nanti bergantung dari daya tarik kawasan yang diberikan.

Hal inilah yang membuat pemerintah merancang cluter pendidikan, kesehatan, dan hiburan demi menarik lebih banyak penduduk untuk masuk ke ibu kota baru. "Jadi apakah kita akan bisa menarik atau menempatkan disana, salah satu universitas terbaik atau mengajak investasi di bidang rumah sakit, yang juga terbaik di kawasan. Sehingga bisa menjadi salah satu daya magnet untuk menarik para penduduk tinggal di sana," ujar Suharso.

Ibu kota negara nanti juga akan dibangun dengan prinsip keberlanjutan dan mengikuti kapasitas angkut wilayah. Presiden Jokowi, ujar Suharso, memintanya merampungkan detail perencanaan secara makro dan segera menyerahkan rancangan UU ke DPR setelah masa reses.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA