Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Buwas: Bulog Gelontorkan 500 Ribu Ton Beras Hingga Lebaran

Kamis 27 Feb 2020 11:49 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Agus Yulianto

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso meninjau kesiapan Gudang Beras Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten dalam menyambut Bulan Puasa dan Lebaran, Kamis (27/2).

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso meninjau kesiapan Gudang Beras Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten dalam menyambut Bulan Puasa dan Lebaran, Kamis (27/2).

Foto: Republika/Dedy D Nasution
Permintaan beras di pasar hingga saat ini masih stabil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengatakan, pihaknya akan menggelentorkan 500 ribu ton beras jelang bulan puasa hingga Hari Raya Idul Fitri 2020. Jumlah itu dinilai cukup untuk meredam potensi gejolak harga beras disaat adanya kenaikan permintaan masyarakat.

"Untuk kebutuhan puasa, lebaran, dan dengan belum adanya panen saat ini, prediksi kita akan mengeluarkan sekitar 500 ribu ton dari stok yang ada 1,7 juta ton," kata Budi saat meninjau Gudang Beras Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten, Kamis (27/2).

Buwas, sapaan akrabnya, menuturkan, beberapa kabupaten di luar Jawa mulai membutuhkan suplai beras dalam jumlah besar. Terutama di wilayah Indonesia Timur. Bulog, menurut dia, sangat mampu untuk memenuhi permintaan beras di daerah.

Namun secara umum, dia menilai, permintaan beras di pasar hingga saat ini masih stabil. Rata-rata volume beras harian yang digelontorkan sekitar 5.000 ton per hari untuk seluruh Indonesia. Pihaknya memperkirakan volume harian akan terus mengalami peningkatan.

"Faktanya stok beras di pasar, toko ritel, termasuk di Pasar Induk Cipinang banyak sekali. Itu yang membuat harga relatif stabil," ujar dia.

Adapun soal adanya kenaikan harga di beberapa daerah, Buwas menilai, lebih diakibatkan produksi beras dari petani yang mulai menipis. Produksi dari hulu akan kembali meningkat pada saat musim panen raya rendeng Maret-April mendatang.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) beras kualitas medium I dan II masing-masing turun 3,35 persen dan 1,7 persen menjadi Rp 11.550 per kg. Adapun untuk beras kualitas super I turun 2,65 persen menjadi Rp 12.850 per kg sedangkan kualitas super II turun 1,97 persen sehingga dihargai Rp 12.450 per kg.

Buwas menyampaikan, jika Bulog bisa menggelontorkan 500 ribu ton hingga Lebaran dengan posisi stok 1,7 juta ton, maka sisa pasokan beras yang tersimpan sebanyak 1,2 juta ton.

Menurutnya, jika rencana itu tercapai, maka Bulog memiliki ruang untuk melakukan penyerapan beras sebanyak 1,7 juta ton sehingga total stok di gudang akan meningkat menjadi 2,9 juta ton.

"Penyerapan 1,7 juta ton ini kita prioritaskan di musim panen raya Maret-April karena itu serentak. Panen-panen setelahnya kita tinggal ikuti saja kalau ada yang perlu diserap," tuturnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA