Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

GKSB: Indonesia dan Azerbaijan Bahas Ekspansi Sektor Wisata

Jumat 28 Feb 2020 14:17 WIB

Red: Hiru Muhammad

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) RI – Azerbaijan Muhammad Iqbal menerima kunjungan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jalal Mirzayev., Kamis (27/2)

Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) RI – Azerbaijan Muhammad Iqbal menerima kunjungan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jalal Mirzayev., Kamis (27/2)

Foto: dok istimewa
Neraca perdagangan kedua negara masih berbasis migas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) RI – Azerbaijan Muhammad Iqbal menerima kunjungan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Jalal Mirzayev.

Dalam pertemuan tersebut dibahas peningkatan kerja sama kedua negara, khususnya rencana ekspansi Indonesia dan Azerbaijan pada sektor pariwisata, sosial dan budaya. “Kita berterima kasih atas kedatangan Duta Besar Azerbaijan ke DPR. Diskusi ini banyak membahas tentang bagaimana hubungan bilateral antara kedua negara ke depan dan sebenarnya sudah lama terjalin,” kata Iqbal usai menerima delegasi Dubes Azerbaijan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (27/2) seperti dikutip laman resmi DPR RI.

Iqbal menuturkan selama ini neraca perdagangan kedua negara masih didominasi sektor energi berbasis migas, namun sejak tahun lalu Indonesia telah berhenti mengimpor minyak dari Azerbaijan. Karena itu, Azerbaijan ingin menjajaki potensi kerjasama di bidang pariwisata.

Menurutnya, Azerbaijan ingin agar jemaah Umrah di Indonesia bisa mampir ke Azerbaijan. Disampaikan bahwa Pemerintah Azerbaijan siap untuk membuat program khusus untuk jemaah Haji Indonesia berkenaan dengan transfer pengetahuan dan sejarah.

“Mereka (Azerbaijan) ingin mengembangkan paket perjalanan umroh, itu yang mereka tawarkan. Kita tahu bahwa Indonesia mempunyai Jemaah yang besar sekali untuk berpergian umroh,” jelas politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Selain itu dibahas juga isu kedaulatan kedua wilayah negara, yang mana dalam hal ini, Indonesia memiliki Perairan Natuna Utara yang bersinggungan dengan Laut China Selatan. Sementara, Azerbaijan masih bersengketa wilayah dengan Armenia.  Di bulan Februari ini juga, Azerbaijan memperingati tragedi kemanusiaan atau genosida Khojaly.

 “Tentu kita sebagai Bangsa Indonesia, bersimpati terhadap tragedi kemanusiaan di Khojaly dan kita berharap agar tragedi kemanusiaan itu tidak terulang kembali, itu yang kita inginkan. Kita memiliki visi yang sama, yaitu menciptakan perdamaian dunia, dengan demikian kita berharap masalah persengketaan Azerbaijan dan Armenia dapat diselesaikan dengan jalur diskusi dan diplomasi,” katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA