Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

PBB Respons Positif Parpol Islam Tunggal

Jumat 28 Feb 2020 14:24 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah

Partai Bulan Bintang

Partai Bulan Bintang

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Sekjen PBB menilai partai mereka bisa menjadi parpol yang nyaman buat umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Din Syamsuddin mengusulkan adanya satu partai politik Islam tunggal yang akan menjadi saluran aspirasi umat Islam di Indonesia. Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi salah satu pihak yang mendukung.

Sekretaris Jenderal PBB, Afriansyah Ferry Noer mendorong Din untuk merealisasikan upaya tersebut. Sebab upaya tersebut pernah dilakukan pada 2009 dan 2014, namun partai-partai Islam tak mau.

"PBB mengajak Pak Din untuk menghimbau agar tokoh Islam dan umat Islam bergabung ke PBB dipimpin langsung oleh Pak Din," ujar Afriansyah saat dihubungi, Jumat (28/2).

Usulan tersebut juga didukung, karena ia mengakui ada sejumlah aspirasi umat Islam yang tak tersampaikan. Ditambah adanya konflik internal partai Islam yang terkadang membuat aspirasi dipinggirkan dahulu.

"Lebih baik MUI dan KUII segera saja menggagas pertemuan tokoh di parpol, untuk segera membuat koalisi yang baik di parlemen," ujar Afriansyah.

"InsyaAllah jika beliau berkenan maka ini akan jadi satu pintu menuju satu partai Islam yang bersatu," tambahnya.

Meski tak duduk di parlemen, PBB disebutnya akan terus menyampaikan aspirasi umat Islam. PBB akan memperjuangkan cita cita dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan UUD 45 dan Pancasila.

"PBB bisa jadi parpol yang nyaman untuk semua umat Islam dan semua warga negara Republik Indonesia," ujar Afriansyah.

Diketahui, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Din Syamsuddin mengusulkan adanya satu partai politik Islam tunggal yang akan menjadi saluran aspirasi umat Islam di Indonesia. Gagasan ini disampaikan saat menjadi narasumber di sidang pleno KUII.

Usul pembentukan partai politik itu merupakan bagian usulan agenda strategis bidang politik yang paling mendapatkan respon dari para peserta lintas ormas Islam yang hadir dalam Sidang Pleno KUII. Din mengatakan, partai politik Islam ini diperlukan dalam proses pengambilan kebijakan strategis kenegaraan baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.

"Politik merupakan bidang yang paling krusial bagi umat Islam, padahal politik menentukan keberadaan suatu kelompok dalam kehidupan nasional," kata Din di KUII, Kamis (27/2).


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA