Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Dua Hari Melaut, KRI Angkut 188 WNI Tiba di Pulau Sebaru

Sabtu 29 Feb 2020 02:01 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Fakhruddin

Sejumlah WNI Anak Buah Kapal World Dream dibawa menggunakan kapal LCU Soeharso untuk di observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (28/2).

Sejumlah WNI Anak Buah Kapal World Dream dibawa menggunakan kapal LCU Soeharso untuk di observasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (28/2).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Para WNI ABK World Dream mengikuti berbagai kegiatan rutin.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perjalanan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso dari Selat Durian, Kelulauan Riau, ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, berjalan lancar. Seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari kapal World Dream langsung diterima untuk diobservasi setibanya di pulau tersebut.

"Selama perjalanan dengan KRI dr Soeharso menuju Pulau Sebaru tidak ditemukan adanya kendala," terang Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Mohammad Zaenal, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (28/2).

Perjalanan KRI dr Soeharso beserta awak kapal dan 188 WNI yang dievakuasi dari kapal World Dream dari Selat Durian ke Kepulauan Seribu memakan waktu dua hari. Begitu tiba, 188 WNI tersebut langsung dipindahkan menuju Pulau Sebaru dengan menggunakan dua unit Landing Craft Unit (LCU).

"LCU pertama membawa 16 WNI beserta bagasi, sementara sebanyak 172 WNI menggunakan LCU kedua dan langsung diterima oleh Tim Observasi Gabungan di Pulau Sebaru," kata dia.

Menurut Zaenal, selama perjalanan, para WNI ABK World Dream mengikuti berbagai kegiatan rutin. Kegiatan-kegiatan itu, antara lain ibadah, pemeriksaan kesehatan, olah raga, bimbingan psikologi, dan kegiatan lainnya.

"Proses evakuasi berjalan dengan baik dan kerjasama berbagai pihak secara terpadu sangat mendukung kelancaran evakuasi," terang dia.

Dalam mendukung operasi kemanusiaan ini, kapal rumah sakit KRI dr Soeharso diawaki oleh 95 ABK dan didukung 59 personel Satgas Evakuasi. Sebelumnya, pemindahan 188 WNI ABK MV World Dream ke KRI dr Soeharso-990 di Perairan Selat Durian, Kepulauan Riau, berjalan lancar.

"Didukung cuaca yang cerah dan kerjasama yang sangat baik, proses evakuasi berjalan dengan baik dan lancar," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Mohammad Zaenal, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/2).

Mereka dipindahkan menuju KRI dr Soeharso dengan menggunakan transfer boat milik MV World Dream. Pemindahan 188 WNI yang terdiri dari 172 orang laki-laki dan 16 perempuan itu dilakukan sebanyak dua kali perjalanan.

"Transfer personel dilakukan dua sortie dengan menggunakan Transfer Boat MV World Dream menuju KRI dr Soeharso," jelas Zaenal.

Ia menjelaskan, para ABK tersebut diterima di KRI dr Soeharso dengan melalui prosedur pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) protokol medis. Setelah itu, kapal medis tersebut akan bergerak menuju Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dan diperkirakan akan tiba pada Jumat (28/2).

TNI juga memberangkatkan personel Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) untuk melakukan observasi WNI yang ada di kapal World Dream. Mereka akan melakukan observasi terhadap 188 WNI itu di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Harapannya kita, hari Jumat mereka (188 WNI) sudah datang di Sebaru kurang lebih jam 16.00 WIB. Nanti akan kita transfer ke darat. Kita laksanakan tindakan observasi," ujar Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksdya Yudo Margono, di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/2).

Yudo menjelaskan, tugas Kogasgabpad kali ini sama dengan Kogasgabpad yang dibentuk untuk mengobservasi WNI dari Wuhan di Natuna, Kepulauan Riau. Kali ini, mereka akan bertugas di Pulau Sebaru. Karena di pulau, kapal-kapal milik TNI AL dilibatkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA