Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Muhadjir ke Sebaru Kecil, Pastikan Observasi ABK Lancar

Sabtu 29 Feb 2020 07:03 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto

 Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy

Foto: Thoudy Badai
Pemerintah telah menyiapkan fasilitas dan tenaga pendukung untuk masing-masing blok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy  kembali melakukan peninjauan ke Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Sebaru Kecil  menjadi lokasi observasi Warga Negara Indonesia (WNI) Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar World Dream dan Diamond Princess.

Muhadjir mengklaim Pulau Sebaru Kecil telah siap untuk menjadi lokasi observasi. "Semua tenaga kesehatan dan peralatan telah disiapkan dengan optimal. Semua tenaga TNI/Polri dan pendukung siap," ujar Menko Muhadjir usai melakukan peninjauan di Pulau Sebaru Kecil, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (28/2).

photo
Foto aerial WNI ABK World Dream berjalan setibanya di Pulau Sebaru Kecil untuk menjalani observasi di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Muhadjir mengatakan, WNI dari dua kapal pesiar tersebut akan diobservasi secara terpisah. Secara teknis akan ada dua blok terpisah untuk masing-masing kelompok. Pemerintah, juga telah melengkapi ketersediaan fasilitas dan tenaga pendukung untuk masing-masing blok observasi.

"Nanti ada dua blok, ada blok dari World Dream dan ada blok dari Diamond Princess. Batas untuk kelompok tersebut dibuat jelas dan tidak akan terjadi kumpul di antara keduanya. Untuk teknis tentu saja sudah kita bahas, daya dukung dari TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan back up kesehatan dari Sesditjen P2P Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Para WNI ABK tersebut dievakuasi untuk observasi di Pulau Sebaru Kecil karena bekerja di atas kapal yang terdapat penumpang terinfeksi virus novel corina (Covid-19). Proses evakuasi dilakukan secara bergantian, yang pertama akan datang di Pulau Sebaru Kecil adalah 188 WNI ABK Kapal World Dream dengan KRI DR Suharso-990 yang telah tiba di perairan Pulau Sebaru Kecil siang ini.

Kemudian, 68 WNI ABK Kapal Diamond Princess yang saat ini ada di Yokohama, Jepang telah dilakukan penjemputan menggunakan pesawat udara dan akan tiba untuk melakukan observasi secepatnya. Pemerintah dan semua pihak terkait akan terus bersiaga dan akan menyiapkan prosedur alternatif apabila kemungkinan terburuk terjadi dan disesuaikan dengan kondisi Pulau Sebaru Kecil.

"Kerja sama dan kehati-hatian untuk semua pihak sangat dibutuhkan agar proses ini dapat menyelamatkan ABK dan bangsa Indonesia," kata Menko PMK.

Selain mengecek persiapan, Menko PMK turun langsung mengkoordinir proses evakuasi KRI dr Suharso-990 yang mengevakuasi 188 WNI ABK Kapal World Dream ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu untuk memulai tahapan observasi corona virus (Covid-19).

Kapal tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan berlabuh di sisi timur di antara Pulau Sebaru Kecil dan Pulau Pantara. Proses evakuasi dari KRI dr Suharso-990 menuju Pulau Sebaru Kecil menggunakan Landing Craft Utility (LCU).  Kapal LCU merupakan jenis kapal yang digunakan pasukan amfibi untuk mengangkut peralatan dan pasukan ke pantai atau dermaga. Kapal LCU diperkirakan dapat menganggkut 60 personel sekali perjalanan.

Muhadjir menyaksikan proses evakuasi dari Pulau Pantara hingga proses usai. Ia pun memastikan jalannya proses pemulangan WNI berjalan dengan lancar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA