Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Warga Tangkap Macan Tutul di Gunung Sawal Ciamis

Kamis 25 Jun 2020 17:42 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Indira Rezkisari

Macan tutul tertangkap jebakan yang dipasang oleh warga di kaki Gunung Sawal, Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Kamis (25/6).

Macan tutul tertangkap jebakan yang dipasang oleh warga di kaki Gunung Sawal, Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Kamis (25/6).

Foto: Istimewa.
Macan tutul diincar warga karena sempat makan hewan ternak.

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Warga di kaki Gunung Sawal, tepatnya di Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, menangkap macan tutul (panthera pardus) pada Kamis (25/6). Macan tutul itu kemudian dimasukkan ke kandang besi oleh warga.

Kader Konservasi Kabupaten Ciamis, Ilham Purwa mengatakan, macan tertangkap pada Kamis subuh setelah terperangkap jebakan yang dipasang oleh warga. Berdasarkan informasi yang dihimpun, macan tutul itu sebelumnya telah diincar karena sempat memakan ternak warga.

Baca Juga

"Dia (macan tutul) memangsa ternak di Desa Cikawung. Kalau ada koordinasi dengan petugas, kita pasti melakukan survei dan penghalauan. Tapi yang terjadi justru warga pasang perangkap tanpa koordinasi dengan petugas," kata dia, saat dihubungi wartawan, Kamis.

Alih-alih mendapat laporan dari warga, petugas konservasi menerima informasi penangkapan itu dari media sosial. Setelah didatangi ke lokasi, macan tutul dengan panjang sekira 1 meter itu telah dikurung di kerangkeng besi oleh warga.

Saat ini petugas masih menunggu kedatangan tim medis untuk memeriksa kondisi satwa. Petugas juga berusaha melakukan pengamanan agar warga kondusif dan satwa bisa diselamatkan.

"Kita pasti amankan, agar masyarakat tenang dan satwa selamat. Masalah translokasi, nanti kita sesuaikan," kata dia

Menurut dia, konflik macan tutul dengan warga di kaki Gunung Sawal bukan yang kali pertama terjadi. Namun, macan tutul itu hampir selalu ditangkap warga di Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung.

Ilham akan melalukan analisis sosial mencari akar masalah selalu tertangkapnya macan tutul di wilayah itu. "Jadi konflik macan tutul dan warga bisa dihindari," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Ciamis, Andi Witria, membenarkan adanya macan tutul yang tertangkap di wilayah itu. Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

"Kita masih koordinasi apakah ini ditangani secara kekeluargaan atau secara penegakan hukum," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA