Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Soal Banyak Gelandangan, Ini Respons Dinsos Bekasi

Selasa 26 Mar 2019 13:47 WIB

Rep: Muhammad Tiarso Baharizqi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Setiap malam hari di komplek pertokoan proyek jalan Ir H Djuanda Kota Bekasi banyak dipenuhi oleh gelandangan atau tuna wisma yang tidur di emperan (depan) toko.

Setiap malam hari di komplek pertokoan proyek jalan Ir H Djuanda Kota Bekasi banyak dipenuhi oleh gelandangan atau tuna wisma yang tidur di emperan (depan) toko.

Foto: Tiar Bekasi
Dinsos Bekasi menyebut PMKS kembali menggelandang karena kebutuhan hidup

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Bekasi,  Edi Riyanto mengatakan pihaknya terus melakukan penertiban bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Sayangnya, meski sudah dirazia dan dilakukan pembinaan, mereka tetap kembali ke jalan dan menggelandang di Kota Bekasi.

"Ya ini memang tugas yang berat buat Dinsos. Karena semua ini demi kebutuhan hidup mereka, semua kembali kepada pribadi masing-masing apakah mau berubah atau tidak," ucap dia kepada Republika.co.id, Selasa (26/7). Pernyataan Edi untuk menjawab info warga yang dikirimkan ke Republika.co.id.

Baca Juga

Edi menjelaskan Kota Bekasi saat ini adalah kota yang sedang berkembang di segala aspek. Kota yang sedang berkembang seperti Kota Bekasi banyak menimbulkan atau memunculkan PMKS.

" Mereka yang termasuk kategori PMKS seperti gelandangan, pengemis, pengamen, anak punk, dan Pekerja Seks Komersial," Kata Edi.

Terkait gelandangan yang ada di komplek pertokoan proyek di Jalan Ir H Djuanda, Edi menjelaskan bahwa para gelandangan tersebut kebanyakan berasal dari luar wilayah Kota Bekasi. Mereka datang ke Kota Bekasi untuk mencari nafkah. 

" Ada yang datang dari Jawa tengah, Jawa timur dan tempat-tempat lainnya. Ketika datang kesini mereka tak punya apa-apa," Kata Edi. 

Edi mengatakan pihaknya sudah melakukan beragam upaya untuk menanggulangi permasalahan ini. Salah satunya adalah penertiban yang dilakukan bersama dengan Satpol PP serta pihak-pihak lainnya. Walaupun sudah beberapa kali ditertibkan, namun tetap saja para gelandangan tersebut tetap kembali menggelandang di jalan-jalan Kota Bekasi.

" Sudah beberapa kali ditertibkan oleh Satpol PP tapi mereka tetap datang lagi, atau malah berganti tempat," Ujar Edi. 

Selain diadakan penertiban sebenarnya pihak Dinas Sosial Kota Bekasi juga menyediakan rumah singgah bagi mereka yang terjaring razia Satpol PP. Dirumah singgah tersebut mereka akan didata dan diinapkan selama beberapa hari. Pihak Dinas Sosial Kota Bekasi bekerja sama dengan Dinas Sosial di kota-kota lainnya untuk mengetahui data para gelandangan ini. Jika data mereka lengkap,  mereka akan dikembalikan ke tempat asalnya.

" Mereka di data apakah punya keluarga atau tidak. Kalau ada ya nanti akan dipulangkan agar tak menggelandang disini lagi, " Kata Edi. 

Selain rumah singgah, para gelandangan atau PMKS lainnya tersebut juga ditempatkan di Balai milik Kementerian Sosial yang yang berlokasi di Jalan Joyo Martono, Bekasi Timur. Disini mereka mendapatkan pembinaan selama beberapa waktu. "Kementerian sosial juga memberikan tempat serta pembinaan bagi mereka. Bahkan waktunya lebih lama serta fasilitasnya lebih menunjang," Ungkap Edi.

Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA